Selasa, 14 Mei 2013

BOBOTOH



 
Bobotoh PERSIB

Bobotoh dalam kamus bahasa sunda dapat diartikan sebagai pendukung yang disempitkan menjadi supporter. Kata Bobotoh ini dikenal sebagai pendukung dari tim sepak bola PERSIB kebanggaan Kota Bandung dan Jawa Barat. Selain daripada Jawa Barat, keberadaan Bobotoh ini tersebar di seluruh kawasan Indonesia. Ini bisa dibuktikan dari beberapa nama yang selalu disisipkan kedaerahannya. Lewat organisasi yang mereka bentuk, yang dikenal sebagai viking Persib. Sebagai contoh Viking Tanggerang, Viking Borneo, Viking Jakarta, Viking Yogyakarta, Viking Surabaya, dan lain-lain. Bukan saja tersebar diseluruh penjuru Indonesia, organisasi ini pun berkibar di beberapa negara. Salah satu diantaranya Viking Singapura, Viking Malaysia bahkan ada juga diantara mereka yang mengatasnamakan sebagai Viking Jepang. Keberadaan mereka pun turut menjadi perhatian beberapa media elektronik. Seperti yang pernah terlihat dilayar kaca, ketika Indonesia melakoni pertandingan sepak bola melawan Iraq, Syal dari bobotoh persib ini sangat jelas terekam. Oleh karena itu, tak heran mereka yakin bahwa keberadaan bobotoh ini tersebar di seluruh negara. Sehingga timbulah penamaan baru sebagai Bobotoh PERSIB Sa-Alam Dunya.

Ada beberapa hal yang menarik dari perkembangan Bobotoh itu sendiri, terutama yang berkaitan dengan beberapa organisasi yang mereka bentuk. Sedikit menganalogikan bobotoh dengan beberapa fans dari klub eropa.


Jika kita mengenal Manchester United, maka Manchunian adalah supporter asli dari kota manchester, dan United fans merupakan bentuk organisasi yang menampung kecintaan di luar masyarakat Manchester terhadap tim favoritnya. Dan kita akui fans united ini tersebar diseluruh negri. Di Indonesia sendiri, fans united terbentuk menjadi tiga kelompok, diantaranya yaitu, Indonesia Manchester United, United Indonesia dan United Army. Bagaimana dengan Bobotoh dan PERSIB?

Melihat kepada latar belakangnya, BOBOTOH PERSIB dengan Manchunian bisa dikatakan sama. Lewat sejarahnya PERSIB merupakan tim yang terbentuk di tanah sunda, maka tidak menutupkemungkinan Bobotoh pun terlahir dari masyarakat sunda itu sendiri. Namun yang menjadi pembedanya, penamaan bobotoh sekarang ini tidak saja untuk masyarakat asli sunda atau Jawa Barat, namun lebih kepada supporter atau masyarakat pecinta PERSIB. Berkaitan dengan keorganisasiannya pun, Bobotoh Persib membentuk beberapa organisasi. Seperti Balad Persib yang didirikan oleh wartawan senior Sigit Nugroho sebagai pelopor organisasi supporter Persib. Keberadaan organisasi ini memberikan dampak yang sangat besar. Salah satu diantaranya, terbentuk kelompok atau organisasi supporter yang baru. Seperti Viking, BOMBER (Bobotoh Maung Bersatu), HOLIGAN dan lain-lain. Tak hanya itu, kelompok supporter untuk para perempuan pun bermunculan. Salah satu diantaranya Ladies Vikers dan Maung Geulis. Oleh karena itu keberadaan mereka kian menambah warna dari PERSIB dan Bobotoh itu sendiri. Tak heran jika PERSIB bertanding berbagai spanduk turut meriahkan pertandingan dan memewahkan stadion. Bukan hanya itu saja, kreativitas mereka pun turut mewarnai pertandingan, lewat atribut yang mereka pakai, koreo yang mereka tampilkan dan nyanyian-nyanyian yang memberi dampak psikologis bagi para pemainnya. Jadi, jangan salahkan mereka jika media elektronikpun seringkali menampilkan kreativitasnya, bahkan Camera man pun sesekali mencuri pandangannya kepada beberapa bobotoh wanita atau pun hal yang dianggap menarik di dalam stadion. Akan tetapi, jika kita melihat pertandingan di televisi, seringkali media menyamarkan beberapa suara. Biasanya media menyamarkan suara ini kepada moment yang dianggap RASIST. Mudah-mudahan nyanyian rasist ini sedikit demi sedikit diganti dengan chant yang benar-benar kreatif. “Kalau pun mau rasist, berasistlah dengan kreatif, biar tidak kelihatan rasistnya” ^o^.   


Gambar dikutip dari Berita Persib Online
Sesuai dengan uraian diatas, maka sangat beralasan jika kedua supporter ini mempunyai kesamaan. “Siapa yang tidak tahu MUFC dan PERSIB? hanya orang-orang yang berada didalam gua saja yang tidak tahu keduanya”.

Kembali kepada BOBOTOH dan organisasi supporter Persib.
Berbagai macam organisasi supporter Persib, dimulai dari Viking, Bomber, Holigan bahkan sampai kepada Maung geulis, seringkali memberi kebingungan bagi bobotoh itu sendiri. Tak sedikit dari mereka pun malah jadi “rariweuh”. Situasi ini terkadang menjadi konflik diantaranya. Apakah ada kepentingan didalamnya? Saya benar-benar tidak tahu.

Yang jelas, keberadaan berbagai Organisasi Supporter Persib harus saling didukung, dimaknai sebagai kreativitas baru. Karena dari sinilah PERSIB bisa menjadi semakin hebat dengan dukungan bobotoh yang hebat. Apapun dan siapapun organisasinya, selagi untuk PERSIB mesti didukung. “Kabeh dulur Ngadukung PERSIB.”

Sekarang apakah kalian bangga sebagai BOBOTOH PERSIB?
“Ii Bobotoh Ni Natte Kudasai.” Jawablah dengan menjadi BOBOTOH Santun.
Salam Bobotoh Sa-alam Dunya

Gambar dikutip dari Kabar Terbaru Persib/Facebook


By : @cariosanaki
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar