Bobotoh dalam kamus
bahasa sunda dapat diartikan sebagai pendukung yang disempitkan menjadi
supporter. Kata Bobotoh ini dikenal sebagai pendukung dari tim sepak bola PERSIB
kebanggaan Kota Bandung dan Jawa Barat. Selain daripada Jawa Barat, keberadaan
Bobotoh ini tersebar di seluruh kawasan Indonesia. Ini bisa dibuktikan dari
beberapa nama yang selalu disisipkan kedaerahannya. Lewat organisasi yang
mereka bentuk, yang dikenal sebagai viking Persib. Sebagai contoh Viking
Tanggerang, Viking Borneo, Viking Jakarta, Viking Yogyakarta, Viking Surabaya,
dan lain-lain. Bukan saja tersebar diseluruh penjuru Indonesia, organisasi ini
pun berkibar di beberapa negara. Salah satu diantaranya Viking Singapura,
Viking Malaysia bahkan ada juga diantara mereka yang mengatasnamakan sebagai
Viking Jepang. Keberadaan mereka pun turut menjadi perhatian beberapa media
elektronik. Seperti yang pernah terlihat dilayar kaca, ketika Indonesia
melakoni pertandingan sepak bola melawan Iraq, Syal dari bobotoh persib ini sangat
jelas terekam. Oleh karena itu, tak heran mereka yakin bahwa keberadaan bobotoh
ini tersebar di seluruh negara. Sehingga timbulah penamaan baru sebagai Bobotoh
PERSIB Sa-Alam Dunya.
Ada beberapa hal yang
menarik dari perkembangan Bobotoh itu sendiri, terutama yang berkaitan dengan
beberapa organisasi yang mereka bentuk. Sedikit menganalogikan bobotoh dengan
beberapa fans dari klub eropa.
Jika kita mengenal
Manchester United, maka Manchunian adalah supporter asli dari kota manchester,
dan United fans merupakan bentuk organisasi yang menampung kecintaan di luar
masyarakat Manchester terhadap tim favoritnya. Dan kita akui fans united ini
tersebar diseluruh negri. Di Indonesia sendiri, fans united terbentuk menjadi
tiga kelompok, diantaranya yaitu, Indonesia Manchester United, United Indonesia
dan United Army. Bagaimana dengan Bobotoh dan PERSIB?
Melihat kepada latar
belakangnya, BOBOTOH PERSIB dengan Manchunian bisa dikatakan sama. Lewat
sejarahnya PERSIB merupakan tim yang terbentuk di tanah sunda, maka tidak
menutupkemungkinan Bobotoh pun terlahir dari masyarakat sunda itu sendiri.
Namun yang menjadi pembedanya, penamaan bobotoh sekarang ini tidak saja untuk
masyarakat asli sunda atau Jawa Barat, namun lebih kepada supporter atau
masyarakat pecinta PERSIB. Berkaitan dengan keorganisasiannya pun, Bobotoh
Persib membentuk beberapa organisasi. Seperti Balad Persib yang didirikan oleh wartawan senior Sigit Nugroho sebagai pelopor organisasi
supporter Persib. Keberadaan organisasi ini
memberikan dampak yang sangat besar. Salah satu diantaranya, terbentuk kelompok
atau organisasi supporter yang baru. Seperti Viking, BOMBER (Bobotoh Maung Bersatu),
HOLIGAN dan lain-lain. Tak hanya itu, kelompok supporter untuk para perempuan
pun bermunculan. Salah satu diantaranya Ladies Vikers dan Maung Geulis. Oleh
karena itu keberadaan mereka kian menambah warna dari PERSIB dan Bobotoh itu
sendiri. Tak heran jika PERSIB bertanding berbagai spanduk turut meriahkan
pertandingan dan memewahkan stadion. Bukan hanya itu saja, kreativitas mereka
pun turut mewarnai pertandingan, lewat atribut yang mereka pakai, koreo yang
mereka tampilkan dan nyanyian-nyanyian yang memberi dampak psikologis bagi para
pemainnya. Jadi, jangan salahkan mereka jika media elektronikpun seringkali
menampilkan kreativitasnya, bahkan Camera
man pun sesekali mencuri pandangannya kepada beberapa bobotoh wanita atau
pun hal yang dianggap menarik di dalam stadion. Akan tetapi, jika kita melihat
pertandingan di televisi, seringkali media menyamarkan beberapa suara. Biasanya
media menyamarkan suara ini kepada moment yang dianggap RASIST. Mudah-mudahan
nyanyian rasist ini sedikit demi sedikit diganti dengan chant yang benar-benar kreatif. “Kalau pun mau rasist, berasistlah
dengan kreatif, biar tidak kelihatan rasistnya” ^o^.
![]() |
| Gambar dikutip dari Berita Persib Online |
Kembali kepada BOBOTOH
dan organisasi supporter Persib.
Berbagai macam
organisasi supporter Persib, dimulai dari Viking, Bomber, Holigan bahkan sampai
kepada Maung geulis, seringkali memberi kebingungan bagi bobotoh itu sendiri.
Tak sedikit dari mereka pun malah jadi “rariweuh”. Situasi ini terkadang
menjadi konflik diantaranya. Apakah ada kepentingan didalamnya? Saya
benar-benar tidak tahu.
Yang jelas, keberadaan
berbagai Organisasi Supporter Persib harus saling didukung, dimaknai sebagai
kreativitas baru. Karena dari sinilah PERSIB bisa menjadi semakin hebat dengan
dukungan bobotoh yang hebat. Apapun dan siapapun organisasinya, selagi untuk
PERSIB mesti didukung. “Kabeh dulur Ngadukung PERSIB.”
Sekarang apakah kalian
bangga sebagai BOBOTOH PERSIB?
“Ii Bobotoh Ni Natte
Kudasai.” Jawablah dengan menjadi BOBOTOH Santun.
Salam Bobotoh Sa-alam
Dunya
![]() |
| Gambar dikutip dari Kabar Terbaru Persib/Facebook
By : @cariosanaki
|



Tidak ada komentar:
Posting Komentar